Label

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Februari 2016

Hikayat Babi dan Manusia-Manusia Hina


Seandainya saya bisa menjelaskan betapa buruknya nasib saya, barangkali Sukindar tak bakal semurung itu. Bukankah manusia selalu bahagia mendapati nasib buruk menimpa tetangganya. Lebih-lebih jika tetangga itu lebih cakep mukanya. Maka, meskipun kesedihan saya lebih agung daripada kebesaran Gunung Kidul, sungguh saya turut prihatin atas keapesan nasib Sukindar, pujangga muda dari Gunung Kidul.

            “Katanya, saat dia membaca puisi saya di kolom Koran, dia mengkhayalkan muka saya sebelas tigabelas dengan Rangga.”

            Tentu, saya terkekeh hingga terkencing-kencing mendengar ucapannya barusan. Sungguh, kentutnya saja tak ada miripnya dengan Rangga. Pantas saja gebetannya itu justru kabur dan kawin dengan pemuda lain selepas prosesi, “ketemuan”.

            “Tuhan tak adil, bukan? Mengapa wajah jelek diciptakan sedang nikah begitu dianjurkan. Bukankah wajah jelek selalu menghalangi niat manusia untuk berpasangan? ”

             Oh Tuhan, bahkan saya tak pernah berharap semuluk itu. Saya tak mendamba menjalin rumah tangga bersama babi betina gendut yang semlohai. Saya tak menuntut Tuhan untuk menampankan wajah saya, memontokkan bokong saya, dan sebagainya. Saya hanya mengharapkan satu hal.

Tuhan, jadikanlah hamba halal bagi mereka!

            Bukannya sombong, seingat saya, seumur hidup saya tak pernah berbuat dosa. Melakukan maksiat, menentang perintah agama, atau durhaka kepada orang tua. Saya bukan babi yang homo, bukan babi pemakan tai, bukan juga babi yang gemar menghujat sesama babi. Semua saya lakukan dengan satu harapan. Dengan menjadi seperti itu, saya berharap menjadi babi yang halal, yang suci dan menyucikan keluarga saya.

            Saya makan makanan yang bersih, cebok sehabis buang air, dan sikat gigi setiap pagi dan sore. Saya yakin, daging saya bebas cacing atau kuman atau apapun yang membahayakan manusia. Nyatanya, saya tetap saja makhluk yang keharamannya sudah tak bisa diganggu gugat!

            Manusia ribut sesama manusia gara-gara saya. Makanan menjadi sampah jika nama saya disebut. Kerudung menjadi keset jika sebagian kecil tubuh saya terseret. Bahkan, bibir-bibir cantik akan bersorak ‘najis’, jika saya tak sengaja tertangkap mata mereka.
Duh Gusti, apa salah nenek moyang saya? Mbok ya saya mohon ampun, saya kepengen jadi yang halal… Kepengen sekali!

            “Bombom, bukankah Gus Dur pernah bilang bahwa isi kutang itu lebih penting dari kutangnya! Maka, itu artinya, bukankah hati lebih utama daripada fisik, bukan?”

            Subhanallah, benarkah demikian? Jika itu benar menurut Tuhan, saya yakin, saya suci di mata-Nya! Biarlah saya buruk di mata manusia. Bukankah, saya tak lebih najis dari koruptor?
 Juga, tak lebih hina dari penghujat?

            “Hei, apakah Kau penghuni baru di hutan ini?”

            “Siapa Kau? Kupikir aku satu-satunya manusia yang menghuni belantara ini. Mohon maaf jika ini daerah kekuasaanmu. Aku dibuang oleh masyarakat di desaku. Peramal bilang, jomblo buruk rupa sepertiku akan membawa nasib buruk desa jika terus dipelihara. Aku diasingkan di tempat ini!”

            Ya, Sukindar dan aku adalah dua makhluk malang yang tak diinginkan manusia. Kami berdua hidup dalam pengasingan sebab kami dipandang hina. Kini, kami tak lagi berdua. Sebab nyatanya, pemuda tampan di depan kami ini mengaku telah berada di sini cukup lama.

            “Perkenalkan nama saya Sayyid. Kebetulan sekali saya juga diasingkan di tempat ini. Saya diculik dan dibuang kemari. Katanya, ketampanan saya akan membawa keresahan di desa. Saya bakal menjadi sumber malapetaka bagi biduk rumah tangga orang. Saya dianggap hina karena terlalu tampan. Dan ya, setiap hari saya selalu memohon, kiranya saya dikaruniai wajah jelek saja!”


            Saya menangis tergugu. Sungguh, ternyata manusia selalu pandai menemukan kehinaan!

*Penggalan cerita ini diikutkan dalam agenda Nulis Bareng Alumni Kampus Fiksi

Senin, 05 Mei 2014

Jual Perlengkapan Catur (Papan Catur, Buah Catur, Jam Catur, Tas, Tempat Buah Catur) Grosir dan Eceran

Mungkin di antara agan-agan yang baca postingan ini adalah seorang atlet catur, atau mungkin doyan tanding catur di warung kopi, atau mungkin juga pelatih catur... Nah, jika agan sekalian resah dan gelisah pengen beli perlengkapan catur tapi tak tahu mau beli di mana, IWAN CHESS solusinya!!!

IWAN CHESS melayani pembelian perlengkapan catur baik grosir maupun eceran! Berikut sampel produk yang ditawarkan IWAN CHESS:

Kamis, 10 April 2014

Game Smurf Village: Game Pencetak Karakter Baik Bagi Anak-Anak (Paling tidak menurut penulis :D )

Ladang Smurfnya Banin pas level 18an
Smurf Village boleh jadi merupakan game yang tidak menantang sebab tak ada musuh dalam game ini. Aturan main dari game ini hanya mengumpulkan uang untuk berbelanja, mengumpulkan point untuk naik level dan mengumpulkan Smurf Berry untuk mempermudah segala urusan.

Namun, meski tak ada ancaman tak membuat game ini menjadi game yang membosankan (ini opini saya lho). Pengguna game akan tertantang untuk mengembangkan desanya, mendekor desa sesuka udel, memainkan mini game yang telah dibeli, menangkap hewan untuk dimasukkan ke kebun binatang pribadi, menanam berbagai macam sayur dan buah di ladang, membangun rumah beraneka warna, merasakan suasana malam di desa Smurf, merasakan musim hujan, merasakan musim salju juga, dan yang lebih menyenangkan, pengguna bebas sebebas-bebasnya membeli apapun yang sanggup mereka beli, kemudian menempatkan semuanya sesuka udel. Ini nih contohnya, saya beli puluhan lampu buat ngerangkai nama seseorang yang saya sayangi. Tapi gambar di bawah ini masih jelek, saya motretnya pas belum dekor ulang:

Kamis, 27 Maret 2014

Pemain Barongsai Cilik “Kwan Sing Bio” Raih Rekor Muri!

         
Arya, Pemain barongsai “Kwan Sing Bio”
  TUBAN, Klenteng “Kwan Sing Bio” tanggal 16 Maret 2014 dibuat gaduh oleh pelatihan regu Barongsai “Kwan Sing Bio”. “Kami memang sering mengadakan pelatihan saat libur sekolah begini, Mbak. Ya jaga-jaga semisal ada job dadakan,” ujar Murni (16), salah seorang anggota regu Barongsai “Kwan Sing Bio”.

 Semua anggota regu Barongsai “Kwan Sing Bio” tergolong muda dengan kisaran 9 sampai 18 tahun. Bahkan, ada satu anggota aktif bernama Arya yang tercatat sebagai pemain Barongsai termuda se-Indonesia. Arya pun meraih rekor muri untuk prestasinya tersebut. Rekor muri tersebut didapat oleh Arya saat usianya tujuh tahun, tepatnya satu setengah tahun yang lalu.
Meski saat ini Arya telah beusia hampir Sembilan tahun, Arya tetap dijuluki pemain Barongsai tercilik se-Indonesia. Julukan tersebut bukan semata-mata karena Arya masih belia, kemampuan Arya bermain Barongsailah yang membuat nama “Barongsai Tercilik” masih melekat pada dirinya. Kemampuan Arya bermain Barongsai ini tak hanya menarik perhatian para pemerhati Barongsai, masyarakat setempat pun banyak yang mengidolakan Arya.
“Saya kagum anak sekecil itu berani meloncat setinggi itu, ini cucu-cucu saya juga sering minta diajak menonton latihan anak-anak Barongsai,” ujar Karjin (49), salah seorang pengunjung Klenteng “Kwan Sing Bio”.

Rabu, 01 Januari 2014

Tanggul Longsor, Warga Tuban Tuding Penambang Pasir Liar Bojonegoro



13885837571971688246
sumber: dokumen pribadi

Banjir besar akibat longsornya tanggul bengawan solo yang melanda kecamatan Rengel-Tuban, tercatat dalam sejarah terjadi di tahun 1992 silam. Semenjak saat itu, tanggul bengawan solo aman sejahtera. Namun kesejahteraan itu agaknya telah habis masa berlakunya seiring dengan habisnya tanggal di tahun 2013.
Tepatnya tanggal 31 Desember kemarin, Tanggul di desa Banjararum kecamatan Rengel-Tuban, mengalami longsor parah. Kelongsoran ini meruntuhkan rumah seorang janda, berita ini juga dimuat oleh Redaksi Jatim (Tanggul Bengawan Solo Longsor, Satu Rumah di Tuban Ambruk). Selain longsor di beberapa titik, tanggul juga merekah selebar setengah meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.
13885822551312911939
Sumber: dokumen pribadi
Warga sekitar menuturkan bahwa longsornya tanggul di desa Banjararum dipicu oleh gencarnya aktivitas penambangan pasir liar di daerah seberang, yaitu Bojonegoro. Warga juga semakin geram lantaran muncul desas-desus bahwa penambangan pasir liar itu tak lain tak bukan adalah milik salah seorang Calon Legislatif asal Bojonegoro. (lihat di sini)
Terlepas dari benar tidaknya desas-desus di atas, saya yang cuma warga kecil yang berdomisili 100 meter dari TKP, berharap semoga aktivitas penambangan liar di Bojonegoro segera dihentikan total. Selain karena keadaan tanggul Banjararum yang kian menggawat, juga karena warga telah menantang duel pihak-pihak penambang liar. Dua fakta itulah yang membuat liburan minggu tenang saya ini menjadi minggu gelisah. Ah, semoga UAS besok Senin tak ada yang sulit^^

Selasa, 31 Desember 2013

Perluasan Makna "Resolusi" dan "Kaleidoskop"!


 Detik-detik menjelang tahun baru, media sosial baik personal blog, facebook, twitter, dan lain-lain pasti ramai membicarakan "Resolusi" dan juga "Kaleidoskop"!
Resolusi saya di 2011
Di sana-sini ngomongin, Resolusi gua tahun kemarin bla bla bla... Resolusi gua tahun depan gini gono ginu... 

atau ngomongin: nyok kida kaleidoskop-an... 

Beberapa mungkin sudah familiar dengan dua istilah tersebut. Beberapa lagi mungkin bingung dan merasa tersesat. Tersesat karena setelah dicari di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dua istilah tersebut tidak begitu nyambung dengan wacana yang dibicarakan.

 'Resolusi' di mata KBBI berarti 'putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (Musyawarah atau sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tentang tuntutan atas suatu hal'.

Sedangkan di wacana-wacana yang mungkin kita baca, akan tersirat bahwa 'resolusi' yang dimaksud dalam tulisan yang kita baca adalah sebuah 'harapan', sebuah 'target pencapaian', atau, sebuah 'rencana'. Inilah mengapa masyarakat perlu mengetahui bahwa 'Resolusi' saat ini tengah mengalami yang namanya perluasan makna. Makna 'resolusi' yang dipakai sekarang ini tak hanya tuntutan yang dihasilkan dari musyawarah atau sidang, tapi juga bermakna tuntutan yang datang dari diri sendiri, dituntut-tuntut sendiri yang juga demi kepentingan pribadi.

Sederhananya, 'Resolusi' memang benar juga diartikan sebagai harapan atau target pencapaian. Nah, mendekati pergantian tahun begini, biasanya orang-orang akan ramai membandrol "harapan-harapan baru", ini mungkin dimaksudkan sebagai "peta" kehidupan. Bukankah hidup akan seperti tabpa arah jika tanpa sebuah mimpi atau harapan?

Nah, biasanaya juga, sebelum menuliskan tetek-bengek 'Resolusi' tahun depan, orang-orang biasanya sekadar ber-kaleidoskop, atau menuliskan hal-hal tentang 'Kaleidoskop'. Lantas, apa sih 'kaleidoskop' itu?

Di mata KBBI 'Kaleidoskop' berarti 1. alat optik yang bentuknya seperti keker (bla bla bla silakan dibaca sendiri di KBBI :D); 2. aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat.

Jika dihubungkan dengan 'Resolusi' dan tahun baru, tentu makna yang kedua yang paling mendekati. Orang-orang jaman sekarang lebih cenderung memaknai Kaleidoskop hampir semakna dengan nostalgia (kenangan di masa silam; KBBI).

Dalam menyusun 'Resolusi', 'Kaleidoskop' yang berarti juga rangkaian peristiwa yang lebih khusus mungkin, peristiwa yang berhubungan dengan 'resolusi', 'kaleidoskop' bisa digunakan sebagai bahan refleksi. Poin resolusi yang manakah yang sukses? yang manakah yang gagal? apa pemicunya? apa penghalangnya? dan lain-lain.

Nah, mengingat pengetahuan saya juga teramat terbatas, sedikit ulasan "Resolusi" dan juga "Kaleidoskop" di atas semoga tidak begitu menyesatkan pembaca :) :)


Berikut adalah Kaleidoskop saya^^


Ini adalah coretan-coretan saay saya membuat cerpen.


Sekadar informasi, cita-cita saya adalah bisa membuat cerpen bermakna dan bagus setara dengan milik A.A. Navis, cerpenis favorit saya.











Nah, kalau yang ini curhat. Makanya lancar nulisnya... Tak ada coretan sana-sini!











Ini adalah mantra. Jadi, saya adalah gadis yang gemar frustasi. Nah, saat frustasi itulah saya menulis mantra yang indah-indah. Semacam sugesti positif yang sengaja saya lebih-lebihkan, agar saya yang frustasi tidak down.









Di samping itu adalah Puisi yang saya buat di tahun 2011. Itu adalah puisi pertama saya yang terselesaikan dalam kurun waktu 5 menit saja. Judulnya Botol.













Buat yang tidak bisa membaca tulisan ceker ayam saya di samping, beginilah copy-paste tulisan di samping:

"Saya mati jika tak bermimpi. Biarlah, biarlah mimpi saya jauh dan teramat jauh dari saya berdiri, setidaknya dengan bermimpi saya tak mati"

-- Siti Nur Banin--

Itu juga tergolong mantra-mantra yang saya ciptakan dengan tujuan saya tidak down dan lemah semangat. sebagai seorang peserta lomba kepenulisan yang sering dilanda kekalahan, saya cukup terhibur dengan mantra-mantra konyol yang saya ciptakan sendiri hehe....


Untuk Anda sekalian, SEMOGA RESOLUSI ANDA TERCAPAI (jika resolusi itu positif) :)

Selasa, 17 Desember 2013

Pantai Pasir Putih Terminal Baru Tuban, Tak Kalah Asyik dengan Pantai yang di Bali-Bali


Ada 4 ibu yang melahirkan mahluk unyu-unyu di atas :)

Pantai Pasir Putih yang ada di Bumi Ronggolawe ini sering juga disebut dengan Pantai Kute, 'Kute' di sini merupakan akronim dari 'Kulone-Terminal'. Yup, dikatakan sebagai pantai Kute sebab pantai cantik ini membentang indah di sebelah barat Terminal Baru Tuban.


Meski Kute Tuban tergolong pantai yang liar dan tak diurusi pemerintah, pantai ini cukup diminati pengunjung baik dari dalam maupun luar kota. Merupakan gambar-gambar di samping dan di bawah ini adalah para pengunjung yang merupakan sepupu-sepupu saya yang dari di Gresik dan Surabaya. Kami jeprat-jepret ria menikmati pasir yang putih, langit yang biru, ombak yang berisik tapi syahdu, juga beberapa penjual makanan yang menggoda.
Bagi para calon pengunjung yang baru berniat mengunjungi Pantai Kute Tuban, sekadar informasi, meskipun pantai ini berjenis pantai liar, fasilitas yang ditawarkan cukup lumayan. Pengunjung yang kelaparan bisa membooking tempat di gubuk atau warung lesehan yang berada di bagian paling barat pantai. Atau juga bisa makan-makan di warung liar di dalam pantai yang di naungi dengan pepohonan rindang. Bagi pengunjung yang ingin cuci kaki, mandi, pup, atau sekadar kangen dengan kamar mandi, di sana ada kok kamar mandinya. Selain itu, di sana juga ada juru parkir, jadi yang bawa kendaraan gak perlu khawatir...

Oke, demikian ulasan pendek seputar Pantai Kute Tuban. Bagi yang ingin tahu lebih, silakan tanya mbah gugel yaaa^^

Ini nih hasil dari jeprat-jeprit di Pantai Kute Tuban^^
Kakak Kedua miber

Di samping adalah kakak kedua, atas nama Abdul Wahib, yang mencoba bergaya terbang...








menjemput senja


          

Dari kiri ke kanan= Adik saya atas nama Muttoharoh, sepupu saya Khoir, saya sendiri, sepupu saya Sinta, dan sepupu saya lagi Lia...








Langitnya indah beud...


Ini kakak kedua saya, oh ya, kakak kedua saya ini masih lajang, tapi biarpun begitu beliau selalu dekat dengan anak-anak. Seolah-olah udah pernah jadi ayah. Heeem...
Kakak ketiga lagi terbang
Main-main pasir
Luv U my sister, meski kadang-kadang njengkelin!
Langit Pantai "Ku-Te" yang Menawan


Syahdu
kemreyek bersama sepupu-sepupu,
padahal ini gak ada seperempatnya dari total sepupu saya

Kamis, 02 Mei 2013

Tabungan Mandiri “Khusus” Untuk Mahasiswa Bidik Misi


Beberapa waktu lalu, secara serentak mahasiswa penyandang Beasiswa Bidik Misi se-Indonesia melakukan registrasi sebagai nasabah bank Mandiri guna penyaluran dana beasiswa. Gembira tak alang kepalang melanda semua mahasiswa sejalan dengan ditundanya pencairan dana semenjak bulan Maret lalu, dan pada bulan ini para mahasiswa seolah menerima gaji rapel 3 bulan (Baca: saatnya bayar hutaang :) )

Namun, gembira yang saya rasakan tidak berlangsung lama, tepatnya pada tadi siang. Teman saya yang terburu-buru hendak mentransfer uang ke seseorang yang membutuhkan, lagi-lagi gagal melakukan transaksi. Kami sampai berpindah-pindah mesin ATM sebab mencurigai mesin ATM yang mungkin bobrok. Karena tetap gagal akhirnya kami mendatangi langsung ke kantor cabang. Di sana, mbak teller menganjurkan untuk mencoba mesin ATM yang di sana. Lagi-lagi transaksi gagal. Kami pun lagi-lagi mondar-mandir dari kantor cabang ke ATM, hingga pertemuan dengan mas satpam Bank membebaskan kami dari kutukan mondar-mandir masuk mesin ATM.

Mas satpam menjelaskan bahwa memang, ATM Mandiri khusus milik mahasiswa penyandang Bidik Misi memang terbatas untuk penyimpanan dan penarikan uang SAJA. Dan, sehari pun dibatasi hanya bisa melakukan sekali transaksi! (Buat nglatih para Mahasiswa miskin kaya kami ini berhemat, katanya )

Sedikit kecewa memang. Tapi,,
Kelebihannya: Uang kami utuh tak terpotong pajak sepeser pun!

Maka, untuk sahabat-sahabat sekalian para Bidik Misi-er yang merasa gundah gulana ATM-nya dikira rusak atau bermaslah atau lain sebagainya, perlu diketahui bahwa ini adalah akibat dari konspirasi antara pemerintah dan pihak Bank--- demi kebaikan kita bersama!!!

Minggu, 16 Desember 2012

Catur mengungkap kepribadian pemainnya!



Kemarin hari Kamis, Finna dan saya mengikuti lomba Catur se-Unesa dalam acara Dies Natalis Unesa yang ke-48. Kami adalah dua-duanya peserta putri dari sekian banyak peserta putra yang terdiri dari para mahasiswa, staf/TU/Satpam, dan dosen Unesa. Kami sama sekali tidak takut menghadapi lawan-lawan kami itu, sebab memang kami sudah bisa melihat masa depan(baca: Kami yakin kami pasti tidak menang :D ). Maka dari itu, entah lawan kami adalah dosen adalah satpam adalah presiden, gak peduli! Yang penting kami suka main-main :D
Saya pribadi merasa sangat beruntung telah mengikuti lomba tersebut, bukan sebab masa depan yang saya yakini meleset, nyatanya masa depan dalam gambaran saya memang 100% benar. Meski demikian, saya mendapat pelajaran yang indahnya Subhanallah! Saya baru tahu kalau sikap jelek seseorang itu akan terpantul lewat permainan mereka. Hal ini berguna bagi seseorang yang ingin instropeksi diri. Namun, kejelekan ini baru bisa tercermin manakala seorang pemain menemui kondisi atau persoalan yang sangat baru. Oleh karena itu jika ingin melihat kejelekan diri sendiri, hendaknya pemain catur bermain dengan musuh-musuh yang baru. kenapa? Karena: bermain dengan lawan yang sama biasanya yang bersangkutan telah hafal bagaimana permainannya, caranya menyerang, bertahan, trik dan tipuannya sehingga yang bersangkutan tersebut-karena telah hafal-telah hafal jugalah bagaimana menanggulangi problem-problem dalam permainan tersebut.  Ya, mungkin ada beberapa hal/problem yang baru, tapi itu terlalu lemah untuk dijadikan analisis kepribadian.
Terus?
Bedakan jika seseorang dihadapkan pada problem-problem baru. Dari problem baru itulah akan muncul langkah spontanitas, entah spontanitas itu juga didapat dari berpikir atau sekedar spontan-spontan saja yang jelas langkah itu didapat bukan dari remembering the previous moves/the previous problem solving. Alhasil, langkah spontan itulah=siapa dia sebenarnya=titisan dari jiwanya=lukisan kepribadiannya!

Bukti I:

Jumat, 28 Januari 2011

Rahasia ubun-ubun

Rahasia Ubun Ubun Dalam Al Qur'an

Gambaran otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun). Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 16). Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?

Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang. “Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.”

Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia. Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.

Karena itu, undang-undang di sebagian negara bagian Amerika Serikat menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja.

Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone. Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.

Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu. Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.