Kamis, 27 Maret 2014

Pemain Barongsai Cilik “Kwan Sing Bio” Raih Rekor Muri!

         
Arya, Pemain barongsai “Kwan Sing Bio”
  TUBAN, Klenteng “Kwan Sing Bio” tanggal 16 Maret 2014 dibuat gaduh oleh pelatihan regu Barongsai “Kwan Sing Bio”. “Kami memang sering mengadakan pelatihan saat libur sekolah begini, Mbak. Ya jaga-jaga semisal ada job dadakan,” ujar Murni (16), salah seorang anggota regu Barongsai “Kwan Sing Bio”.

 Semua anggota regu Barongsai “Kwan Sing Bio” tergolong muda dengan kisaran 9 sampai 18 tahun. Bahkan, ada satu anggota aktif bernama Arya yang tercatat sebagai pemain Barongsai termuda se-Indonesia. Arya pun meraih rekor muri untuk prestasinya tersebut. Rekor muri tersebut didapat oleh Arya saat usianya tujuh tahun, tepatnya satu setengah tahun yang lalu.
Meski saat ini Arya telah beusia hampir Sembilan tahun, Arya tetap dijuluki pemain Barongsai tercilik se-Indonesia. Julukan tersebut bukan semata-mata karena Arya masih belia, kemampuan Arya bermain Barongsailah yang membuat nama “Barongsai Tercilik” masih melekat pada dirinya. Kemampuan Arya bermain Barongsai ini tak hanya menarik perhatian para pemerhati Barongsai, masyarakat setempat pun banyak yang mengidolakan Arya.
“Saya kagum anak sekecil itu berani meloncat setinggi itu, ini cucu-cucu saya juga sering minta diajak menonton latihan anak-anak Barongsai,” ujar Karjin (49), salah seorang pengunjung Klenteng “Kwan Sing Bio”.

Rabu, 12 Februari 2014

Lelaki Yang Tak Akan Berselingkuh!





Ipus^^
Dulu sekali saya pernah berharap dan memohon-mohon,
“Tuhan, kirimkanlah lelaki yang cinta pada hamba, yang tidak mengejar kecantikan, karena saya memang kalah cantik dari Syahrini, yang jika dia bersama saya dia tak akan pernah berselingkuh!”

Sepertinya sekarang saya mendapat kiriman lelaki itu, dari Tuhan! Tapi, sebelum saya kisahkan lelaki yang ajaib yang tak akan berselingkuh itu, mari saya jabarkan betapa Tuhan itu selalu mengabulkan doa-doa saya!Di semester 2 dulu, saya pernah berdoa pada Tuhan,

“Ya Allah, saya ingin punya Hardisk eksternal!”

Sampai di semester ke 4 saya belum juga mendapatkan apa yang saya mau. Padahal saya sudah berdoa terus dan terus. Pada akhirnya di semester ke 5 laptop saya rusak parah dan tak bisa di servis lagi.

“Alhamdulillah, hardisknya masih aman, Mbak. Nanti biar hardisknya dikeluarkan dan Mbak jadi PUNYA HARDISK EKSTERNAL!”

Gosh!!! Tuhan benar-benar menjawab doa saya! (Yah, meski cara-Nya sedikit mengejutkan dan menyesakkan :D )Beberapa waktu lalu saya sempet ngobrol sama temen sekamar, sambil bedakan— pakai bedak.

“Nduk, pingin ganti bedak nih. Tapi kok bedak ini gak habis-habis ya?”

begitu usai saya berbedak ria, bedak itu dengan indahnya meleset dari tangan dan jatuh berguling-guling di lantai. Isinya pun remuk gak karuan sehingga mau gak mau, saya harus ganti dengan yang baru.

***

Saya sempat mempraktekkan di Photosop, wajah saya, kalau diberi efek blur,,, cantiknya bukan main! Yah paling tidak menurut saya pribadilah…

Dan beruntungnya, pacar saya memiliki penglihatan yang buruk meski ia telah khatam melakukan operasi ablasio retina dan operasi katarak. Jarak pandangnya tidak jauh. Dunia yang dia lihat tak ubahnya dunia yang dimasukkan ke Photosop dan diberi efek blur. Jadilah saya tampak begitu menawan di mata dia!

Dengan kondisinya yang demikian, tentu akan sulit sekali bagi dia untuk berkeliaran mencari selingkuhan. Dia adalah pejalan kaki yang buruk di siang hari. Dan lebih buruk lagi jika petang. Syaraf matanya yang sudah korslet membuatnya lemah dalam melihat gradasi warna. Hal ini saya sadari ketika berulang kali dia kesulitan menemukan barang entah ponsel entah bolpoin entah buku, andai barang-barang tersebut tergeletak di tempat yang warnanya tak jauh berbeda. Namun, dia akan segera mengenali andai ada bolpoin warna merah menyala, jatuh di tanah berwarna gelap.

Dan jika saja, jika kelak saya jadi menikah dengan dia, maka saya patut bersyukur sebab Tuhan telah memenuhi doa-doa saya tempo dulu.

Saya ingin menjadi yang utama di mata kekasih saya. Syarat ini juga terpenuhi jika saya menikah dengan pacar saya yang sekarang ini. Waktu itu, satu-satunya hal yang membuatnya bersemangat(menjelang dan pasca operasi), adalah saya. Tak heran keluarganya kebanjiran air mata mendapati saya menjenguk anak mereka. Mereka menangis, saya tak kalah hebat menangisnya, sedang kami sedang heboh-hebohnya menangis, pacar saya itu justru dengan tenangnya menepuk-nepuk pundak saya. Jangan menangis. Jangan bersedih. katanya.Memangnya saya menangis untuk siapa?

Terlepas dari tragedi tangis menangis itu, saya amat bahagia karena saya telah menjadi sesosok wanita yang begitu berpengaruh dalam kebahagiannya. Bukankah saya selalu mengalami krisis percaya diri dan selalu merasa tak penting?

***

Terkadang saya menangisi nasib pacar saya yang begitu memilukan. Punya dua mata tapi hanya bisa menggunakan yang sebelah. Cuma sebelah, tak sempurna lagi. Belum lagi skripsinya yang tak kunjung rampung akibat operasi-operasi dan terapi tengkurap yang memakan waktu berbulan-bulan. Kondisi itu patut membuat saya menangis.

Terkadang lagi saya menangisi nasib saya sendiri yang begitu mencintai lelaki tak sempurna seperti dia. Bagaimana masa depan saya nanti? Bagaimana anak-anak kami nanti? Saya juga patut menangis untuk nasib saya sendiri!


Namun, ada satu kejadian yang selalu membuat saya bahagia tak terkira sekaligus terharu sekaligus bersedih.Saya hendak berbelanja buah di pasar tradisional dan dia mengantar saya (kebetulan waktu itu saya PKL di tempat dia). Waktu itu, maksud saya, saya berjalan dulu di depan, menunggui dia yang memarkir sepeda.


Saya berdiri di tempat yang seharusnya bisa dilihat. Hanya saja warna baju saya membaur dengan warna baju-baju orang di pasar.Saya menonton dengan diam. Pacar saya gelisah mencari-cari saya. Wajahnya cemas. Padahal, dia telah melewati saya berulang kali. 

Dia terus mondar-mandir di sekitar saya tanpa tahu saya berada cukup dekat dengannya dan sedang berusaha keras menahan untuk tidak menangis!

Saya bahagia dan bersedih dan kemudian bahagia lagi, untuk hal yang tak saya mengerti...

Rabu, 01 Januari 2014

Tanggul Longsor, Warga Tuban Tuding Penambang Pasir Liar Bojonegoro



13885837571971688246
sumber: dokumen pribadi

Banjir besar akibat longsornya tanggul bengawan solo yang melanda kecamatan Rengel-Tuban, tercatat dalam sejarah terjadi di tahun 1992 silam. Semenjak saat itu, tanggul bengawan solo aman sejahtera. Namun kesejahteraan itu agaknya telah habis masa berlakunya seiring dengan habisnya tanggal di tahun 2013.
Tepatnya tanggal 31 Desember kemarin, Tanggul di desa Banjararum kecamatan Rengel-Tuban, mengalami longsor parah. Kelongsoran ini meruntuhkan rumah seorang janda, berita ini juga dimuat oleh Redaksi Jatim (Tanggul Bengawan Solo Longsor, Satu Rumah di Tuban Ambruk). Selain longsor di beberapa titik, tanggul juga merekah selebar setengah meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.
13885822551312911939
Sumber: dokumen pribadi
Warga sekitar menuturkan bahwa longsornya tanggul di desa Banjararum dipicu oleh gencarnya aktivitas penambangan pasir liar di daerah seberang, yaitu Bojonegoro. Warga juga semakin geram lantaran muncul desas-desus bahwa penambangan pasir liar itu tak lain tak bukan adalah milik salah seorang Calon Legislatif asal Bojonegoro. (lihat di sini)
Terlepas dari benar tidaknya desas-desus di atas, saya yang cuma warga kecil yang berdomisili 100 meter dari TKP, berharap semoga aktivitas penambangan liar di Bojonegoro segera dihentikan total. Selain karena keadaan tanggul Banjararum yang kian menggawat, juga karena warga telah menantang duel pihak-pihak penambang liar. Dua fakta itulah yang membuat liburan minggu tenang saya ini menjadi minggu gelisah. Ah, semoga UAS besok Senin tak ada yang sulit^^

Selasa, 31 Desember 2013

Perluasan Makna "Resolusi" dan "Kaleidoskop"!


 Detik-detik menjelang tahun baru, media sosial baik personal blog, facebook, twitter, dan lain-lain pasti ramai membicarakan "Resolusi" dan juga "Kaleidoskop"!
Resolusi saya di 2011
Di sana-sini ngomongin, Resolusi gua tahun kemarin bla bla bla... Resolusi gua tahun depan gini gono ginu... 

atau ngomongin: nyok kida kaleidoskop-an... 

Beberapa mungkin sudah familiar dengan dua istilah tersebut. Beberapa lagi mungkin bingung dan merasa tersesat. Tersesat karena setelah dicari di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dua istilah tersebut tidak begitu nyambung dengan wacana yang dibicarakan.

 'Resolusi' di mata KBBI berarti 'putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (Musyawarah atau sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tentang tuntutan atas suatu hal'.

Sedangkan di wacana-wacana yang mungkin kita baca, akan tersirat bahwa 'resolusi' yang dimaksud dalam tulisan yang kita baca adalah sebuah 'harapan', sebuah 'target pencapaian', atau, sebuah 'rencana'. Inilah mengapa masyarakat perlu mengetahui bahwa 'Resolusi' saat ini tengah mengalami yang namanya perluasan makna. Makna 'resolusi' yang dipakai sekarang ini tak hanya tuntutan yang dihasilkan dari musyawarah atau sidang, tapi juga bermakna tuntutan yang datang dari diri sendiri, dituntut-tuntut sendiri yang juga demi kepentingan pribadi.

Sederhananya, 'Resolusi' memang benar juga diartikan sebagai harapan atau target pencapaian. Nah, mendekati pergantian tahun begini, biasanya orang-orang akan ramai membandrol "harapan-harapan baru", ini mungkin dimaksudkan sebagai "peta" kehidupan. Bukankah hidup akan seperti tabpa arah jika tanpa sebuah mimpi atau harapan?

Nah, biasanaya juga, sebelum menuliskan tetek-bengek 'Resolusi' tahun depan, orang-orang biasanya sekadar ber-kaleidoskop, atau menuliskan hal-hal tentang 'Kaleidoskop'. Lantas, apa sih 'kaleidoskop' itu?

Di mata KBBI 'Kaleidoskop' berarti 1. alat optik yang bentuknya seperti keker (bla bla bla silakan dibaca sendiri di KBBI :D); 2. aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat.

Jika dihubungkan dengan 'Resolusi' dan tahun baru, tentu makna yang kedua yang paling mendekati. Orang-orang jaman sekarang lebih cenderung memaknai Kaleidoskop hampir semakna dengan nostalgia (kenangan di masa silam; KBBI).

Dalam menyusun 'Resolusi', 'Kaleidoskop' yang berarti juga rangkaian peristiwa yang lebih khusus mungkin, peristiwa yang berhubungan dengan 'resolusi', 'kaleidoskop' bisa digunakan sebagai bahan refleksi. Poin resolusi yang manakah yang sukses? yang manakah yang gagal? apa pemicunya? apa penghalangnya? dan lain-lain.

Nah, mengingat pengetahuan saya juga teramat terbatas, sedikit ulasan "Resolusi" dan juga "Kaleidoskop" di atas semoga tidak begitu menyesatkan pembaca :) :)


Berikut adalah Kaleidoskop saya^^


Ini adalah coretan-coretan saay saya membuat cerpen.


Sekadar informasi, cita-cita saya adalah bisa membuat cerpen bermakna dan bagus setara dengan milik A.A. Navis, cerpenis favorit saya.











Nah, kalau yang ini curhat. Makanya lancar nulisnya... Tak ada coretan sana-sini!











Ini adalah mantra. Jadi, saya adalah gadis yang gemar frustasi. Nah, saat frustasi itulah saya menulis mantra yang indah-indah. Semacam sugesti positif yang sengaja saya lebih-lebihkan, agar saya yang frustasi tidak down.









Di samping itu adalah Puisi yang saya buat di tahun 2011. Itu adalah puisi pertama saya yang terselesaikan dalam kurun waktu 5 menit saja. Judulnya Botol.













Buat yang tidak bisa membaca tulisan ceker ayam saya di samping, beginilah copy-paste tulisan di samping:

"Saya mati jika tak bermimpi. Biarlah, biarlah mimpi saya jauh dan teramat jauh dari saya berdiri, setidaknya dengan bermimpi saya tak mati"

-- Siti Nur Banin--

Itu juga tergolong mantra-mantra yang saya ciptakan dengan tujuan saya tidak down dan lemah semangat. sebagai seorang peserta lomba kepenulisan yang sering dilanda kekalahan, saya cukup terhibur dengan mantra-mantra konyol yang saya ciptakan sendiri hehe....


Untuk Anda sekalian, SEMOGA RESOLUSI ANDA TERCAPAI (jika resolusi itu positif) :)